
Dell Coupon Codes
archives
recently
affiliates Achie Adek Agrit Ajenk Akbar Akhmad Kadalism Alan Budianto Ali Syari'ati Amaterasu Andrei-Travellous Anggi Defrianggi Anugrah Aphied Aprie Ardianzzz Asri Astrid Ayu Ayu Ambarsari BajayUHUY!! Bayu Chriesna Bani "BBoy Kodoy" Benazio R.P Bima Blue Dragon Boim Lebon Bubble Gum Budiernanto Candy Cha Chy CumiCungkring Cyber Cafe Danie Deazy Dede Delly Ramadon DhimasKeren Diana Bochiel Don Danang Dundhee Dy Elia Bintang Enno Eucalyptus Fardil Fathynd Feriyanto Fragaria Gratcia Hakimtea Hitam-Putih Ica Ijal Inda Ing Inne Destiana Ipied Justice Seeker KaJe Karin Ketrin Kikii Lala Maudi Mellovegood Mica Mike Muhammad Anis Al-Hilmi Nana Nandinie Natan Nez nrL Nicky Nickz Nurind Paams Panah Hujan Patung Pancoran Phiee Pineapple Poo Pressy L Putlie PutPut99 Raditya Dika Rhein Ricky Permadi Rizky Sarah Septian Valdo Rosalino Siska Smaragdina Supir Bemo Tammi The Armstrong ThinkPokari Tyo-Gaptek ucii AUTISH Uud Wempi Yoga Permana Kusumah Zaza Zeta |
profile
![]() Teuku Zulfikar Amin Seorang mahasiswa lucu dan wishlist ![]() Rajin Menulis tagboard
![]() credits
Layout: lyricaltragedy![]() Pattern: tillyness |
Sabtu, 08 Mei 2010
Pagelaran Seni Budaya ITB berusaha menulis di tengah-tengah jadwal ujian yang sedang menggila.
Hari ini, sabtu 8 Mei 2010 adalah salah satu hari yang telah ditunggu oleh banyak orang di luar sana, termasuk saya. Hari yang dipersiapkan oleh banyak orang sampai begadang tiap malamnya. Hari yang diperjuangkan keberhasilan acaranya oleh segelintir mahasiswa yang dibayar pun mungkin tidak. Ya, hari-H PSB! Pagelaran Seni Budaya ITB . Di kampus saya ini, entah kenapa tumbuh dengan amat sangat subur sekali unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang budaya. Unit tersebut merepresentasikan kebudayaan-kebudayaan dari nyaris setiap daerah di Indonesia. Sebuah anomali yang hebat mengingat unit seni budaya tersebut tumbuh di lingkungan teknik. Berkembang menjadi besar oleh tangan-tangan kasar para calon insinyur yang setiap hari dikasih suguhan nikmat berupa persoalan permatakuliahan yang bikin rambut jadi keriting. Tapi itulah kenyataannya kawan, ITB itu miniatur Indonesia, itu salah satu buktinya. Dan PSB lah salah satu sarana untuk mengkolaborasikan semuanya. Luar biasa deh pokonya. Dan hari ini saya sudah berniat menikmati PSB! Yippi! Namun apa daya kebahagiaan yang sudah terbangun dengan indah tersebut gugur sebelum berkembang, Elektronika lah yang saya nikmati. Ya Elektronika kawan! Saya dan 200 orang lainnya terpaksa menghabiskan sabtu pagi kami yang seharusnya cerah dan bertaburkan keindahan di sebuah ruangan segi enam dengan deretan kursi di dalamnya, dan secarik kertas di atas tiap mejanya. Soal Ujian T.T Dan pada pukul 9 pagi ujian itu pun dimulai. Jam 9.01 terkejut melihat soalnya. Jam 9.10 masih bengong. Jam 9.30 mulai tersadarkan dari lamunan bahwa hari itu dikasih lembar jawaban, jadi soalnya harus dikerjain bukan dipelototin doang Jam 9.45 menyadari hanya bisa mengerjakan 1 soal dari 4 yang seharusnya. waktu sisanya, bengong lagi Dan akhirnya saya keluar ruangan dengan gontai. Bersama teman-teman lainnya yang nampaknya juga gontai semua. Akhirnya kami bergabung dan menamai diri sebagai pasukan gontai. Pasukan gontai tersebut pun setuju, bahwa motto hidup kita adalah, mari kita lupakan ujian tadi dan mari kita sambut sisa hari ini dengan semangat PSB di hari ! YEAH! Maka berkelilinglah kita di PSB, muter-muter di stand unit kegiatan mahasiswa, nongkrong di depan panggung, nonton orang ngebuat keris, dan akhirnya sang perut yang berteriak tanpa henti membawa kami semua ke stand makanan. Hehe. Dan sang gerombolan gontai tersebut pun berhenti di depan sebuah stand makanan. "Ayo makan!" kata saya bersemangat "Ayoooo!!" teriak yang lainnya tak kalah semangat Dan saya pun menciduk nasi dengan riang gembira, memilih-milih makanan dan akhirnya menjatuhkan pilihan kepada bihun yang mengoda, dan sepotong, ooopps maaf, 2 potong udang nan imut. Memberi imbuhan kecap dan sambel yang nampaknya diulek dengan luar biasa. Lalu tanpa panjang lebar lagi segera beranjak ke seorang ibu-ibu paruh baya yang nampaknya dikasih peranan sebagai kasir di stand ini. "Berapa bu?" celetuk saya sambil menyodorkan piring berisi makanan yang tadi "Sepuluh ribu......", gw langsung ngerogoh kantong nyari uang 10ribuan dan ternyata cuma ada pecahan 20 ribu, namun tak disangka dan tak dinyana hitungan tadi belum berakhir kawan, belum!!!! " . . . .ditambah 3 ribu, udangnya 5 ribu, semuanya 18 ribu, den." kata ibu-ibu paruh baya dengan nada datar dan gw cuma bisa bengong. Pas gw balik badan, gw ngeliat semua orang yang sedari tadi tergabung di pasukan gontai masih ada di luar stand. Terus dengan polos bertanya, "Berapaan jul?" "18 ribu. . ." "Ah, mahal ga jadi makan ah." |